cincin kawin perak untuk mahar perkawinan

ketentuan mahar mas kawin sebuah pernikahan

Para ulama telah sepakat bahwa tidak ada batasan maksimal bagi seorang laki-laki dalam memberikan mas kawinnya.

Ia boleh memberikan jumlah yang sangat besar atau lebih besar lagi. Dalam hal ini Imam Ibnu Taimiyyah berkata dalam bukunya Majmu al-Fatawa: 32/195):

 "Bagi orang yang memiliki kelapangan rezeki kemudian ia bermaksud memberikan mas kawin dalam jumlah yang sangat besar, maka tidak mengapa dan boleh-boleh saja sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam

surat an-Nisa ayat 20:

" …Sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka (isteri-isteri) harta yang banyak…".

Adapun bagi orang yang tidak cukup lapang untuk memberikan mas kawin dalam
jumlah yang banyak,
lalu ia memaksakan diri memberikannya karena alasan gengsi atau yang lainnya,
 maka hukumnya adalah  makruh".

Sedangkan mengenai batas minimal mas kawin,
para ulama mengatakan bahwa berapa saja jumlahnya
selama itu berupa harta atau hal lain yang disamakan dengan harta dan disetujui serta direlakan oleh si calon mempelai wanita,
maka hal demikian boleh-boleh saja.

Pendapat ini adalah pendapat Jumhur ulama seperti Imam Syafi'I, Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Imam Auzai dan lainnya.

Bahkan Ibn Hazm membolehkan kurang dari itu. Ibn Hazm mengatakan bahwa setiap hal yang dapat dibagi dua, boleh dijadikan mas kawin sekalipun ia berupa biji gandum selama ada kerelaan dari calon isteri.
Dalil yang mengatakan bahwa tidak ada batas minimal dalam mas kawin ini adalah berikut ini:

1. Keumuman dari ayat berikut ini:

ُﻜِﻟ ا َﻮْﻣَﺄِﺑ اﻮُﻐَﺘْﺒَﺗ ْنَأ ْﻢُﻜِﻟَذ َءاَرَو ﺎَﻣ ْﻢُﻜَﻟ ﱠﻞِﺣُأَو َﻦﻴِﺤِﻓﺎَﺴُﻣ َﺮْﻴَﻏ َﻦﻴِﻨِﺼْﺤُﻣ ْﻢ ) ءﺎﺴﻨﻟا : 24 (

Artinya:

 "Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina" (QS. An-Nisa: 24).

Kata "harta" dalam ayat di atas mencakup harta yang sedikit juga harta yang banyak.
Dalam ayat di atas juga tidak disebutkan berapa batasa minimal mas kawin, dan karena tidak dijelaskan batas minimalnya itulah,
maka boleh dengan berapa saja selama ada keridhaan dari si calon isteri.

2. Hadit berikut ini di mana Rasulullah saw berkata kepada laki-laki yang siap menikahi seorang wanita yang menyerahkan dirinya untuk dinikahi oleh Rasulullah saw, namun Rasulullah saw tidak berkeinginan menikahinya:

ﻢﻠﺱو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺹ ﻲﺒﻨﻟا لﺎﻗ : لﺎﻗ ؟ءﻰﺵ ﻦﻣ ﻚﻌﻣ ﻞه : ﻻ , لﺎﻗ )) : ﻮﻟو ﺐﻠﻃﺎﻓ ﺐهذا ﺪﻳﺪﺣ ﻦﻣ ﺎﻤﺗﺎﺥ ] (( ﻢﻠﺴﻣ ﻪﺟﺮﺥأ [

Artinya: "Rasulullah saw bersabda:

 "Apakah kamu mempunyai sesuatu untuk mas kawinnya?" Lakilaki itu menjawab: "Tidak" Rasulullah saw bersabda kembali:

 "Carilah sekalipun sebuah cincin dari besi" (HR. Muslim).

Dalam hadits di atas juga tegas bahwa mahar boleh dengan apa saja selama ia berupa harta termasuk sekalipun berupa cincin besi.

Komentar (0)

Posting Komentar