palladium pada perhiasan

Paladium telah digunakan sebagai logam berharga (precious metal) pada perhiasan sejak 1939, sebagai alternatif platina untuk membuat emas putih. Penggunaan ini diperoleh dari warna putih alami paladium, yang tidak memerlukan pelapisan rodium. Densitas paladium jauh di bawah platinum. Sama seperti emas, paladium dapat ditipiskan hingga ketebalan hanya 100 nm ,Tidak seperti platina, warna paladium dapat memudar pada pemanasan di atas 400 °C (752 °F); dan relatif rapuh.
Paladium adalah salah satu dari tiga logam paling populer yang digunakan untuk membuat paduan emas putih (nikel dan perak juga dapat digunakan). Paladium-emas merupakan logam paduan yang lebih mahal daripada nikel-emas, tetapi jarang menyebabkan reaksi alergi (meskipun alergi silang tertentu dengan nikel dapat terjadi).

Sebelum tahun 2004, penggunaan utama paladium dalam perhiasan adalah pabrikasi emas putih. Pada awal 2004, ketika harga emas dan platina meningkat tajam, China mulai memproduksi perhiasan paladium dalam volume yang signifikan dan menggunakan 37 ton paladium untuk keperluan ini pada 2005. Harga relatif antara paladium dan platina berubah setelah tahun 2008 terjadi penurunan permintaan paladium menjadi 17,4 ton pada tahun 2009.
Pada Januari 2010, sertifikat (hallmark) untuk paladium diperkenalkan oleh biro pengujian kadar logam di Inggris Raya, dan menjadi suatu persyaratan legal untuk memberikan sertifikat pada semua artikel perhiasan yang menjelaskan sebagai terbuat dari paladium penuh atau hanya sebagian. Artikel dapat diberi tanda mengandung minimum 500, 950, atau 999 bagian per ribu paladium. Ujung Fountain pen dari emas kadang-kadang dilapisi dengan paladium ketika lebih diinginkan tampilan perak, daripada emas. Sheaffer telah menggunakan lapisan paladium selama beberapa dekade, baik sebagai aksen ujung pena emas atau untuk menutupi emas seluruhnya.

Komentar (0)

Posting Komentar